Selasa, 23 Juni 2015

Kata Baku Dan Kata Tidak Baku


Description: C:\Users\acer\Downloads\Gundar-Logo.png

KATA BAKU , KATA TIDAK BAKU ,
 DAN KATA SERAPAN

Nama  : ALIZA AZHARI
Kelas   : 1KB01
Npm    : 20114870


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang


Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Membicarakan kata baku dan tidak baku kita pasti sudah banyak yang mengenal istilah dua kata tersebut , pasti karena adanya penyerapan bahasa asing yang menjadikan kata baku menjadi kata tidak baku.ini disebabkan dalam sisi pengucapannya disamakan dengan tulisan bahasa asli.

Kata baku dan tidak baku merupakan persoalan ragam bahasa, yakni terdiri dari dua ragam yaitu ragam resmi dan tidak resmi. ragam resmi ini digunakan dalam keadaan formal dan dalam ragam menulis, khusnya dalam menulis karya ilmiah.sedangkan ragam tidak resmi condong digunakan dalam situasi atau keadaan tidak formal atau bisa dibilang nyantai.

·        Kata Baku
        Kita pasti sudah banyak yang mengenal istilah Kata Baku, apa itu Kata Baku ? ,
Kata Baku Adalah kata yang menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, sudah pasti terdapat dalam kamus yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang setiap 5 tahun mengalami perubahan.

·        Kata Tidak Baku
        Kata Tidak Baku Adalah Kata yang tidak menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. kata tidak baku sudah pasti tidak ada dalam KBBI. kata baku dan tidak baku juga digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi.


B.    Tujuan
Tujuan di buatnya makalah ini adalah :
·        Agar Mahasiswa mampu menambah wawasan pengetahuan yang medasar bagi Kata Baku , Kata Tidak Baku , Maupun Kata Serapan
·        Agar Mahasiswa/I mampu memimplementasikan atau mempraktekan langsung mana yang kata baku maupun kata tidak baku  .
·        Mahasiswa mampu mengetahui perbedaan antara Kata Baku dan Tidak Baku
·        Agar Mahasiswa mampu Mengembangkan proses pembicaraan yang mengandung unsur Kata Baku Dan Tidak Baku .

C.   Manfaat
Manfaat di buatnya makalah ini adalah :
·        Menambah Pengetahuan tentang Kata Baku Dan Kata Tidak Baku
·        Mampu membedakan Fungsi dan tujuan dari Kata Baku dan tidak baku tersebut
·        Mampu mengetahui contoh-contoh kata baku dan tidak Baku dalam kehidupan sehari-hari .



Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
        Kata dapat dan kata bisa, yang baku adalah kata dapat dan kata tidak bakunya adalah bisa. dalam penulisan ragam resmi, kata dapat lebih tepat digunakan karena sesuai dengan kondisi penggunaan dalam ragam tulis. pengucapan kata ini cukup bebeda. kata dapat digunakan lebih santun sedangkan kata bisa memiliki ragam bahasa yang lebih santai.


Berikut Sifat bahasa baku dan Contohnya :

Sifat bahasa baku
1.         Bersifat kecendekiaan.
2.         Penyeragaman kaidah.
3.         Kemantapan dinamis, berupa kaidah dan aturan yang tetap.



BAB II
PEMBAHASAN


A.   PEDOMAN KATA BAKU .
          Kata-kata baku adalah kata-kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaaan yang  berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan  perkembangan zaman. Kebakuan kata amat ditentukan oleh tinjauan disiplin ilmu bahasa dari  berbagai segi yang ujungnya menghasilkan satuan bunyi yang amat berarti sesuai dengan konsep yang disepakati terbentuk. Kata baku dalam bahasa Indonesia memedomani Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bersamaan ditetapkannya  pedoman sistem penulisan dalam Ejaan Yang Disempurnakan.
           Dalam Pedoman UmumPembentukan istilah (PUPI)diterangkan sistem pembentukkan istilah serta pengindonesiaan kosa kata atau istilah yang berasal dari bahasa asing. Bila kita memedomani sistem tersebut akan telihat keberaturan dan kemapanan bahasa Indonesia .
          Kata baku sebenanya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat. Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan.
          Biasanya hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur. Berikut ini saya tampilkan 100 kata baku dan tidak baku yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, yang saya kumpulkan dari berbagai sumber Kata .


B.   PEDOMAN  KATA TIDAK BAKU



Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila
kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal
ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari,
bahasa tutur. Berikut ini saya tampilkan 100 kata
baku dan tidak baku yang sering muncul dalam
percakapan sehari-hari, yang saya kumpulkan
dari berbagai sumber.





Kata Baku – Tidak Baku 
1. Abjad - abjat
2. Aktif – aktip 
3. Aktivitas – aktifitas 
4. Andal – handal
5. Analisis – analisa 
6. Andal – handal 
7. Antre – antri 
8. Asas – azas
9. Apotek – apotik 
10. Atlet – atlit
11. Atmosfer –atmosfir
12. Bus - bis 
13. Cabai – cabe
14. Cendekiawan – cendikiawan
15. Cenderamata – cinderamata
16. Detail – detil 
17. Definisi – difinisi
18. Diagnosis – diagnosa 
19. Embus – hembus
20. Ekstra - extra
21. Ekstrem – ekstrim 
22. Februari – Pebruari 
23. Fondasi – pondasi
24. Formal - formil 
25. Frekuensi – frekwensi
26. Gizi - gisi 
27. Hafal – hapal
28. Hakikat - hakekat
29. Hipotesis – hipotesa
30. Hierarki – hirarki
31. Ijazah – ijasah 
32. Izin – ijin 
33. Imbau – himbau 
34. Isap – hisap
35. Istri - isteri
36. Jadwal -jadual
37. Jenazah – jenasah
38. Jenderal - jendral 
39. Justru – justeru
40. Karier – karir 
41. Kategori – katagori
42. Komplet - komplit 
43. Konferensi – konperensi
44. Kongres – konggres
45. Konkret - kongkrit 
46. Kreativitas - kreatifitas
47. Kualifikasi – kwalifikasi
48. Kualitatif – kwalitatif
49. Kuantitatif – kwantitatif 
50. Kualitas – kwalitas
51. Kuitansi – kwitansi
52. Lubang – lobang
53. Maaf – ma’af
54. Makhluk - mahluk
55. Masjid – mesjid 
56. Merek – merk 
57. Meterai – meterei
58. Metode – metoda 
59. Miliar – milyar 
60. Misi – missi
61. Modern - moderen
62. Mubazir - mubadir 
63. Mulia – mulya
64. Mungkir – pungkir 
65. Museum – museum
66. Napas - nafas
67. Narasumber – nara sumber 
68. Nasihat – nasehat
69. Objek – obyek 
70. Objektif – obyektif
71. Paham - faham
72. Paspor - pasport
73. Peduli – perduli
74. Pikir - fikir 
75. Praktik – praktek 
76. Provinsi – propinsi 
77. Rabu- rebo
78. Risiko – resiko
79. Sah - syah
80. Sekadar – sekedar
81. Sentral - central 
82. Silakan – silahkan 
83. Sistem – sistim 
84. Saksama – seksama 
85. Subjek – subyek
86. Subjektif – subyektif
87. Surga - sorga
88. Tampak – nampak
89. Teladan - tauladan 
90. teknik – tehnik 
91. Teknologi – tehnologi 
92. Telanjur – terlanjur 
93. Telantar – terlantar 
94. Terampil – trampil
95. Vila - villa 
96. Wakaf - waqaf
97. Wujud - ujud
98. Yudikatif - yudikatip
99. Ubah – rubah
100. Zaman - jaman




           
            Nah, bagaimana sudah cukup penjelasan tentang macam-macam kata baku dan tidak baku. Untuk sedikit meriview tentang penggunaan kata "acuh", sering kali kita mengartikannya dengan penjelasan "tidak pedulu",padahal arti sebenarnya adalah peduli.
   
C.    PEDOMAN KATA SERAPAN
            Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosa kata.
            Setiap masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru.
             Salah satu cara memenuhi keperluan itu--yang sering dianggap lebih mudah--adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.

Contoh Kata Serapan  :
Adaptasi:
o Option -> opsi,
o Provocateur -> provokator,
o Conspiracy -> konspirasi,
o Reformation ->reformasi,
o Pluralization -> pluralisasi,

Terjemahan:
o Overlap -> tumpang-tindih,
o Acceleration -> percepatan,
o Pilot Project -> proyek rintisan,
o Try Out -> uji coba
o Velocity -> percepatan

Kreasi:
o Effective -> Berhasil guna,
o Shuttle -> Ulang alik,
o Spare part -> Suku cadang,
o mouse -> Tetikus
o upload -> unduh
o download -> unggah


Sejarah Hubungan Kata Serapan

·        Hubungan dengan penutur Sanskerta dan Hindi

·        Hubungan dengan penutur bahasa Tionghoa

·        Hubungan dengan penutur Arab dan Persia

·        Hubungan dengan penutur Sanskerta dan Hindi

·        Hubungan dengan penutur bahasa Tionghoa

·        Hubungan dengan penutur Arab dan Persia

·        Hubungan dengan penutur Portugis

·        Hubungan dengan penutur Belanda

·        Hubungan dengan penutur Inggris

·        Hubungan dengan penutur Jepang


Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya.


Asal Bahasa
             Jumlah Kata
                Arab
                     1.495 kata
            Belanda
                     3.280 kata
           Tionghoa
                      290 kata
              Hindi
                         7 kata
             Inggris
                     1.610 kata
              Parsi
                        63 kata
           Portugis
                       131 kata
Sanskerta-Jawa Kuno
                       677 kata
             Tamil
                        83 kata


Senin, 22 Juni 2015

Daftar Pustaka

ALIZA AZHARI

(Soft Skills )
(Bahasa Indonesia)


DAFTAR PUSTAKA

Apa Itu Daftar Pustaka ?
            Daftar pustaka adalah kumpulan dari sumber-sumber isi suatu buku yang terletak di halaman belakang buku. Dengan adanya daftar pustaka kita bisa meninjau dan menelusuri lebih lanjut mengenai penelitian atau tulisan seseorang untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Penulisan daftar pustaka yang baik memiliki peranan penting dalam sebuah penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan akademik. Penulis dituntut untuk menuliskan daftar pustaka dengan benar karena berhubungan dengan tingkat validitas dan karya yang ditulis.

Meskipun daftar pustaka dari buku berasal dari berbagai sumber, ada beberapa komponen-komponen yang wajib dicantumkan yaitu
(1) nama penulis,
(2) tahun penerbit,
(3) judul: dicetak miring arau digaris bawahi,
(4) kota tempat penerbit, dan
(5) nama penerbit. Berikut ini ada beberapa informasi yang kami rangkum tentang daftar pustaka. Check this out.



Contoh Daftar Pustaka
Description: contoh daftar pustaka
Contoh Daftar Pustaka
Panduan dalam Penulisan Daftar Pustaka
  1. Nama pengarang ditulis mulai dari nama belakang/keluarga diikuti dengan tanda koma kemudian nama depan, kecuali nama cina.
  2. Nama pengarang yang ada pada kutipan wajib dimasukkan ke dalam daftar pustaka yang ditulis secara lengkap.
  3. Daftar Pustaka diurut berdasarkan Numerik.
  4. Sebutan gelar pengarang tidak perlu dicantumkan.
  5. Bila terdapat lebih dari satu pengarang, maka semua nama pengarang tetap ditulis, dan nama pengarang pertama saja yang dibalik, dan tidak perlu menggunakan et al atau dkk.
  6. Sumber daftar pustaka yang tidak ada nama pengarangnya ditulis nama lembaga/instansi yang menerbitkannya.
  7. Bila terdapat nama pengarang yang sumber pustaka yang digunakan lebih dari satu buku, maka nama pengarang tersebut tetap ditulis.
  8. Setiap Pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri kanan), tepi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
  9. Batasan tahun referensi pustaka maksimal 5 (lima) tahun terakhir.
  10. Referensi pustaka yang diunduh dari internet, harus melalui URL/Web resmi, dengan ketentuan terdapat: nama penulis. Tahun upload tulisan. Judul tulisan. Nama lengkap URL/Web. (tgl,bulan,dan tahun diunduh). Bukan dari Blogspot, wordpress, wikipedia, atau kamus.
Fungsi daftar pustaka dalam sebuah karya tulis
  1. Untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang telah ditulis bukan hanya didapat dari pemikiran sendiri namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah ditulis dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka.
  2. Bagi pembaca yang ingin menelaah lebih jauh tentang pernyataan yang telah ditulis dalam karya tulis yang dibuat maka bisa secara langsung mencarinya dari daftar buku yang telah ditambahkan.
  3. Untuk memberikan penghargaan kepada penulis buku yang tercantum sehingga dari pemikirannya terselesaikanlah sebuah karya tulis.
  4. Penulis akan dipandang lebih profesional ketika mencatumkan daftar pustaka.

Ada hal-hal yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
  1. Nama penulis ( Harus jelas dengan nama yang ingin di buat )
  2. Tahun Terbit ( Tahun penerbit harus benar benar tahun pembuatan daftar Pustaka Tersebut )
  3. Judul Buku / Karya ( Judul buku , harus judul buku yang pasti )
  4. Tempat Terbit ( Tempat harus di sesuaikan dengan tempat pembuatanya )
  5. Nama Penerbit ( Nama Penerbit harus jelas , dan pasti )
 Bila sudah mengetahui urutan dalam penulisan daftar pustaka, langkah selanjutnya adalah mengetahui tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka yang baik :
  • Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar
  • Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan.
  • Apabila tidak terdapat nama marga, maka penulisan nama tersebut diakhir.
  • Penulisan judul buku / karya ilmiah menggunakan font italic / cetak miring pada setiap katanya.
  • Jarak antar sumber diberikan dua spasi.
  • Teknik penulisanya dibedakan tiap sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya ilmiah lainya. Karena sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang menulis daftar pustaka.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat beberapa contoh daftar pustaka dibawah ini :
 Contoh Daftar Pustaka Sumber Buku :
  1. Wahyu, Angga. 2014. Belajar Ubuntu Dari Dasar. Pati : Gramedia
  2. Saputra, Agus. 2013. Proyek Membuat Website Periklanan Dengan PHP. Cirebon: Sinar Kreatif
  3. Isnawan, Norma. Cara Cepat Cari Jodoh. Semarang: Gramedia.
Contoh Daftar Pustaka Sumber Koran :
Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Penting Dalam Penulisan Dafatar Pustaka. Suara Merdaka, hlm 5 & 6.
Contoh Daftar Pustaka Sumber Kamus / Ensiklopedia :
David-Margaret, D.1992. Mentasy disorders and therir trearment. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 255: 750-758.
Contoh Daftar Pustaka Sumber Internet / Website :
Afid Zakaria, 2015 Penulisan dan Contoh Daftar Pustaka Yang Benar, www.contohsurat123.com Diakses Pada 18 Maret 2015 14:05
Demikian artuikel mengenai cara penulisan dan contoh daftar pustaka yang benar, semoga bermanfaat bagi anda, Terimakasih.

a. Satu pengarang

·         Abdurrahman. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
·         Budiono, Tri. 2000. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Manajemen Informatika UGM.
·         Effendi, Onong Uchjana. 2001. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
·         The Liang Gie. 2002. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta:Liberty.

b. Dua Pengarang

·         Nasoetion, A.H., dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia.

c. Tiga Pengarang

·         Sukanto, Rudi, Budi Mulya dan Rangga Sela. 1999. Business Forcasting. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Manajemen Informatika UGM.

d. Pengarang Sama

·         Afrianto, D. 1999. Pedoman Penulisan HTML. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
·         Afrianto, D. 2000. Belajar Delphi dalam 25 Jurus. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

e. Tanpa Pengarang

·         Depdiknas. 1999. Petunjuk Pelaksanaan dan Implementasi Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.
·         Divisi SDM. 2005. Company Profile. Jakarta: Citra Van Titipan Kilat.

f. Buku terjermahan, Saduran, atau Sutingan

·         Wibowo, Herman (Penterjermah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.

Ø  Budiharto, Widodo. 2004. Beralih ke Oracle 10g. Jakarta: Majalah Bisnis Komputer, No. 6 Thn. 04. (20 Juni-20 Juli 2004)
Ø  Granger, C.W.J. 1986. Developments in the study of Co-integrated Economic Variables. Oxford Bulletin of Economics and Statistics. Vol. 48:215-226.
Ø  Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61.
Ø  Purbo, Onno. 2005. Wireless RTRWNet dengan Wajan Bolik, VOIP. Jakarta:Media Indonesia. (25 Maret 2005)

v Artikel Internet

Raharjo, Budi. 2000. Implikasi Teknologi Informasi dan Internet Terhadap Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan: Siapkah Indonesia?. Diambil dari: www.budi.insan.co.id/articles/riau-it.doc. (30 September 2005)

v Jurnal Internet

William, Bates. 2000. Advancing Quality Through Additional Attention to Result. Chronicle. Vol. 1 number 11, January 2000. Diambil dari: (20 Desember 2007)