
KATA
BAKU , KATA TIDAK BAKU ,
DAN KATA SERAPAN
Nama : ALIZA AZHARI
Kelas : 1KB01
Npm : 20114870
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kata
Baku dan Kata Tidak Baku
Membicarakan kata
baku dan tidak baku kita pasti sudah banyak yang mengenal istilah dua kata
tersebut , pasti karena adanya penyerapan bahasa asing yang menjadikan kata
baku menjadi kata tidak baku.ini disebabkan dalam sisi pengucapannya disamakan
dengan tulisan bahasa asli.
Kata baku dan tidak baku merupakan persoalan ragam bahasa, yakni terdiri dari dua ragam yaitu ragam resmi dan tidak resmi. ragam resmi ini digunakan dalam keadaan formal dan dalam ragam menulis, khusnya dalam menulis karya ilmiah.sedangkan ragam tidak resmi condong digunakan dalam situasi atau keadaan tidak formal atau bisa dibilang nyantai.
Kata baku dan tidak baku merupakan persoalan ragam bahasa, yakni terdiri dari dua ragam yaitu ragam resmi dan tidak resmi. ragam resmi ini digunakan dalam keadaan formal dan dalam ragam menulis, khusnya dalam menulis karya ilmiah.sedangkan ragam tidak resmi condong digunakan dalam situasi atau keadaan tidak formal atau bisa dibilang nyantai.
·
Kata
Baku
Kita pasti sudah banyak yang mengenal istilah Kata Baku, apa itu Kata Baku ? ,
Kita pasti sudah banyak yang mengenal istilah Kata Baku, apa itu Kata Baku ? ,
Kata Baku Adalah kata yang menjadi
standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, sudah
pasti terdapat dalam kamus yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang setiap
5 tahun mengalami perubahan.
·
Kata
Tidak Baku
Kata Tidak Baku Adalah Kata yang tidak menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. kata tidak baku sudah pasti tidak ada dalam KBBI. kata baku dan tidak baku juga digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi.
Kata Tidak Baku Adalah Kata yang tidak menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. kata tidak baku sudah pasti tidak ada dalam KBBI. kata baku dan tidak baku juga digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi.
B.
Tujuan
Tujuan
di buatnya makalah ini adalah :
·
Agar Mahasiswa mampu menambah wawasan
pengetahuan yang medasar bagi Kata Baku , Kata Tidak Baku , Maupun Kata Serapan
·
Agar Mahasiswa/I mampu
memimplementasikan atau mempraktekan langsung mana yang kata baku maupun kata
tidak baku .
·
Mahasiswa mampu mengetahui perbedaan
antara Kata Baku dan Tidak Baku
·
Agar Mahasiswa mampu Mengembangkan
proses pembicaraan yang mengandung unsur Kata Baku Dan Tidak Baku .
C.
Manfaat
Manfaat
di buatnya makalah ini adalah :
·
Menambah Pengetahuan tentang Kata Baku
Dan Kata Tidak Baku
·
Mampu membedakan Fungsi dan tujuan dari
Kata Baku dan tidak baku tersebut
·
Mampu mengetahui contoh-contoh kata baku
dan tidak Baku dalam kehidupan sehari-hari .
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Kata dapat dan kata bisa, yang baku adalah kata dapat dan kata tidak bakunya adalah bisa. dalam penulisan ragam resmi, kata dapat lebih tepat digunakan karena sesuai dengan kondisi penggunaan dalam ragam tulis. pengucapan kata ini cukup bebeda. kata dapat digunakan lebih santun sedangkan kata bisa memiliki ragam bahasa yang lebih santai.
Berikut Sifat bahasa baku dan Contohnya :
Sifat bahasa baku
1.
Bersifat
kecendekiaan.
2.
Penyeragaman
kaidah.
3.
Kemantapan
dinamis, berupa kaidah dan aturan yang tetap.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PEDOMAN
KATA BAKU .
Kata-kata
baku adalah kata-kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaaan yang
berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan
sesuai dengan perkembangan zaman. Kebakuan kata amat ditentukan oleh
tinjauan disiplin ilmu bahasa dari berbagai segi yang ujungnya
menghasilkan satuan bunyi yang amat berarti sesuai dengan konsep yang
disepakati terbentuk. Kata baku dalam bahasa Indonesia memedomani Pedoman Umum
Pembentukan Istilah yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa bersamaan ditetapkannya pedoman sistem penulisan dalam Ejaan Yang
Disempurnakan.
Dalam Pedoman UmumPembentukan istilah
(PUPI)diterangkan sistem pembentukkan istilah serta pengindonesiaan kosa kata
atau istilah yang berasal dari bahasa asing. Bila kita memedomani sistem
tersebut akan telihat keberaturan dan kemapanan bahasa Indonesia .
Kata
baku sebenanya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat
resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.
Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak
sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan.
Biasanya
hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur. Berikut ini
saya tampilkan 100 kata baku dan tidak baku yang sering muncul dalam percakapan
sehari-hari, yang saya kumpulkan dari berbagai sumber Kata .
B.
PEDOMAN KATA TIDAK
BAKU
Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak
baku bila
kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal
ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari,
bahasa tutur. Berikut ini saya tampilkan 100 kata
baku dan tidak baku yang sering muncul dalam
percakapan sehari-hari, yang saya kumpulkan
dari berbagai sumber.
kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal
ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari,
bahasa tutur. Berikut ini saya tampilkan 100 kata
baku dan tidak baku yang sering muncul dalam
percakapan sehari-hari, yang saya kumpulkan
dari berbagai sumber.
Kata
Baku – Tidak Baku
1.
Abjad - abjat
2.
Aktif – aktip
3.
Aktivitas – aktifitas
4.
Andal – handal
5.
Analisis – analisa
6.
Andal – handal
7.
Antre – antri
8.
Asas – azas
9.
Apotek – apotik
10.
Atlet – atlit
11.
Atmosfer –atmosfir
12.
Bus - bis
13.
Cabai – cabe
14.
Cendekiawan – cendikiawan
15.
Cenderamata – cinderamata
16.
Detail – detil
17.
Definisi – difinisi
18.
Diagnosis – diagnosa
19.
Embus – hembus
20.
Ekstra - extra
21.
Ekstrem – ekstrim
22.
Februari – Pebruari
23.
Fondasi – pondasi
24.
Formal - formil
25.
Frekuensi – frekwensi
26.
Gizi - gisi
27.
Hafal – hapal
28.
Hakikat - hakekat
29.
Hipotesis – hipotesa
30.
Hierarki – hirarki
31.
Ijazah – ijasah
32.
Izin – ijin
33.
Imbau – himbau
34.
Isap – hisap
35.
Istri - isteri
36.
Jadwal -jadual
37.
Jenazah – jenasah
38.
Jenderal - jendral
39.
Justru – justeru
40.
Karier – karir
41.
Kategori – katagori
42.
Komplet - komplit
43.
Konferensi – konperensi
44.
Kongres – konggres
45.
Konkret - kongkrit
46.
Kreativitas - kreatifitas
47.
Kualifikasi – kwalifikasi
48.
Kualitatif – kwalitatif
49.
Kuantitatif – kwantitatif
50.
Kualitas – kwalitas
51.
Kuitansi – kwitansi
52.
Lubang – lobang
53.
Maaf – ma’af
54.
Makhluk - mahluk
55.
Masjid – mesjid
56.
Merek – merk
57.
Meterai – meterei
58.
Metode – metoda
59.
Miliar – milyar
60.
Misi – missi
61.
Modern - moderen
62.
Mubazir - mubadir
63.
Mulia – mulya
64.
Mungkir – pungkir
65.
Museum – museum
66.
Napas - nafas
67.
Narasumber – nara sumber
68.
Nasihat – nasehat
69.
Objek – obyek
70.
Objektif – obyektif
71.
Paham - faham
72.
Paspor - pasport
73.
Peduli – perduli
74.
Pikir - fikir
75.
Praktik – praktek
76.
Provinsi – propinsi
77.
Rabu- rebo
78.
Risiko – resiko
79.
Sah - syah
80.
Sekadar – sekedar
81.
Sentral - central
82.
Silakan – silahkan
83.
Sistem – sistim
84.
Saksama – seksama
85.
Subjek – subyek
86.
Subjektif – subyektif
87.
Surga - sorga
88.
Tampak – nampak
89.
Teladan - tauladan
90.
teknik – tehnik
91.
Teknologi – tehnologi
92.
Telanjur – terlanjur
93.
Telantar – terlantar
94.
Terampil – trampil
95.
Vila - villa
96.
Wakaf - waqaf
97.
Wujud - ujud
98.
Yudikatif - yudikatip
99.
Ubah – rubah
100.
Zaman - jaman
Nah, bagaimana sudah cukup
penjelasan tentang macam-macam kata baku dan tidak baku. Untuk sedikit meriview
tentang penggunaan kata "acuh", sering kali kita mengartikannya
dengan penjelasan "tidak pedulu",padahal arti sebenarnya adalah
peduli.
C. PEDOMAN KATA SERAPAN
Kata
serapan adalah kata
yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian
ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia
untuk memperkaya kosa kata.
Setiap
masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang digunakan untuk mengungkapkan
gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di
sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui
kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun
manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul
gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu.
Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru.
Salah satu cara memenuhi keperluan itu--yang
sering dianggap lebih mudah--adalah mengambil kata yang digunakan oleh
masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.
Contoh Kata Serapan :
Adaptasi:
o Option -> opsi,
o Provocateur -> provokator,
o Conspiracy -> konspirasi,
o Reformation ->reformasi,
o Pluralization -> pluralisasi,
Terjemahan:
o Overlap -> tumpang-tindih,
o Acceleration -> percepatan,
o Pilot Project -> proyek rintisan,
o Try Out -> uji coba
o Velocity -> percepatan
Kreasi:
o Effective -> Berhasil guna,
o Shuttle -> Ulang alik,
o Spare part -> Suku cadang,
o mouse -> Tetikus
o upload -> unduh
o download -> unggah
Contoh Kata Serapan :
Adaptasi:
o Option -> opsi,
o Provocateur -> provokator,
o Conspiracy -> konspirasi,
o Reformation ->reformasi,
o Pluralization -> pluralisasi,
Terjemahan:
o Overlap -> tumpang-tindih,
o Acceleration -> percepatan,
o Pilot Project -> proyek rintisan,
o Try Out -> uji coba
o Velocity -> percepatan
Kreasi:
o Effective -> Berhasil guna,
o Shuttle -> Ulang alik,
o Spare part -> Suku cadang,
o mouse -> Tetikus
o upload -> unduh
o download -> unggah
Sejarah Hubungan Kata Serapan
·
Hubungan
dengan penutur Sanskerta dan Hindi
·
Hubungan
dengan penutur bahasa Tionghoa
·
Hubungan dengan penutur Arab dan Persia
·
Hubungan
dengan penutur Sanskerta dan Hindi
·
Hubungan
dengan penutur bahasa Tionghoa
·
Hubungan
dengan penutur Arab dan Persia
·
Hubungan
dengan penutur Portugis
·
Hubungan
dengan penutur Belanda
·
Hubungan
dengan penutur Inggris
·
Hubungan
dengan penutur Jepang
|
Asal Bahasa
|
Jumlah Kata
|
|
Arab
|
1.495 kata
|
|
Belanda
|
3.280 kata
|
|
Tionghoa
|
290 kata
|
|
Hindi
|
7 kata
|
|
Inggris
|
1.610 kata
|
|
Parsi
|
63 kata
|
|
Portugis
|
131 kata
|
|
Sanskerta-Jawa
Kuno
|
677 kata
|
|
Tamil
|
83 kata
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar